Advertisement

iklan

MPPA: Rights Issue Hypermart Untuk Tambah Modal 800 Miliar

Grup Lippo via PT Multipolar Tbk sebagai pemilik saham terbesar di PT Matahari Putra Prima Tbk pengelola Hypermart ini siap jadi pembeli rights issue MPPA.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Sejumlah berita dirilis PT Matahari Putra Prima Tbk (kode saham MPPA) kemarin (5/April), termasuk penunjukan CEO dan Presiden Direktur baru, serta rencana penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) senilai Rp800 Miliar. Grup Lippo via PT Multipolar Tbk (MLPL) selaku pemilik saham terbesar di perusahaan pengelola Hypermart tersebut, menyatakan siap menjadi pembeli siaga rights issue.

 

Hypermart

 

 

Rights Issue MPPA: Punya 11, Dapat 6

Dalam rangka rights issue, setiap pemilik 11 saham MPPA biasa yang namanya tercantum dalam Daftar Pemegang Saham pada 5 April 2018 akan mendapatkan 4 saham dengan hak membeli efek terlebih dahulu (HMETD). MLPL menyatakan akan melaksanakan seluruh HMETD yang diperolehnya, sehingga grup Lippo dapat mempertahankan porsi kepemilikan 50.23 persen di PT Matahari Putra Prima Tbk.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan oleh MPPA, dinyatakan bahwa 93.7 persen dari hasil rights issue akan dimanfaatkan sebagai modal kerja peremajaan persediaan, sedangkan sisanya untuk membayar sebagian pokok utang pada Bank of China Limited.

 

Perombakan Manajemen

Dalam kabar terpisah, disebutkan juga mengenai perombakan di jajaran puncak MPPA. Dua warga negara asing akan menduduki jabatan top dan memandu salah satu peritel kawakan Indonesia ini ke depan.

Elliot J Dickson dilantik menjadi CEO baru dirilis PT Matahari Putra Prima Tbk. Ia adalah warga negara Amerika Serikat yang telah memakan asam-garam di dunia ritel selama lebih dari 35 tahun, dengan jabatan terakhir sebagai COO Walmart di China yang mengelola 412 gerai hipermarket beromzet USD8 Miliar.

Sementara itu, Djamel Derguini, seorang warga negara Prancis, diangkat menjadi Presiden. Derguini memiliki pengalaman di industri ritel selama lebih dari 20 tahun. Ia telah bergabung dengan MPPA sejak tahun 2014, dan jabatan sebelumnya adalah COO MPPA.

 

Harga Saham MPPA Masih Lesu

Sebagaimana emiten sektor Trade lainnya, harga saham MPPA mengalami tekanan berat sejak tahun 2017. Pada akhir perdagangan hari Kamis (6/April), harga saham MPPA ditutup naik 1.02%, atau 4 poin, ke Rp396 per lembar. Namun demikian, angka tersebut masih di kisaran level terendah sepanjang masa.

Berbagai problema melanda industri ritel saat ini, tak terkecuali Hypermart. Selain dibelit masalah kenaikan beban usaha dan persaingan ketat dengan perbelanjaan online, ada pula dugaan kuat mengenai penurunan daya beli atau minat belanja masyarakat. Akibatnya, sejumlah peritel melakukan PHK, pemangkasan ekspansi, bahkan mengalami penurunan keuntungan secara drastis. Sebelumnya telah dilaporkan pula bahwa laba bersih Alfamart anjlok 50%, sementara Matahari Department Store juga terpaksa menutup beberapa gerai tahun lalu.

283124

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.